9 Hari Traveling ke Vietnam: Dari Utara ke Selatan – Ha Long Bay [2]

9 hari traveling ke vietnam ha long bay
Bagikan artikel:

Hari Ketiga – Ha Long Bay dan Hanoi

Melanjutkan cerita perjalanan 9 hari traveling ke Vietnam, gue menyempatkan diri untuk mengunjungi Ha Long Bay pada hari ketiga. Ha Long Bay merupakan salah satu UNESCO world heritage di Vietnam yang diresmikan pada tahun 1994. Ha Long Bay memiliki pesona pulau batu kapur yang menjulang tinggi, air yang berwarna hijau toska, dan juga ratusan kapal pesiar unik yang mengitari kawasan ini.

Ha Long Bay merupakan tujuan wisata populer di Provinsi Quang Ninh, Vietnam. Berjarak sekitar 170 km ke timur dari pusat kota Hanoi (Old Quarter), dimana membutuhkan waktu perjalanan sekitar 3-4 jam. Awalnya gue berniat untuk tidak menggunakan open trip ke Ha Long Bay, karena biar lebih berasa adventure-nya. Namun karena sedikit sekali informasi yang bisa gue gali mengenai transportasi ke Ha Long Bay dan gue pun memiliki waktu yang singkat di Vietnam, akhirnya gue menggunakan jasa open trip yang ditawarkan hostel gue.

Menggunakan jasa one-day trip dari Hostel

Sewaktu gue melakukan online booking akomodasi di Hanoi melalui Booking.com, yaitu Hay Hostel, mereka menawarkan beberapa paket wisata ke beberapa tempat, seperti Ha Long Bay, Sa Pa, dan Ninh Binh. Mayoritas hotel maupun hostel di Hanoi lainnya pun selalu menawarkan paket wisata yang sama, namun harga paket biasanya berbeda. Harga paket one-day trip ke Ha Long Bay yang ditawarkan Hay Hostel sekitar 38 USD atau 550 ribu rupiah. Itu sudah termasuk transprtasi pulang-pergi, makan siang, air mineral satu botol, dan masuk ke beberapa attraction di Ha Long Bay.

Baca Juga: 9 Tempat Wisata di Vietnam yang Menarik Dikunjungi

Harga paket yang ditawarkan hostel gue menginap bisa dibilang terjangkau dibandingkan kalian memesan open trip lewat online di berbagai website penyedia. Kalian bisa mendapatkan harga paket yang lebih murah lagi, jika memesan jasa trip langsung di agen-agen wisata yang bertebaran di Old Quarter. Harga berkisar di 25-35 USD untuk paket one-day trip. Namun, gue ga bisa memastikan apakah agen wisata yang bisa kalian temui di Old Quarter ini bisa memberikan fasilitas yang sama dengan paket yang gue booking dari hostel gue menginap. So, untuk menghindari scamming alangkah baiknya kalian memesan paket open trip ke Ha Long Bay dari provider terpercaya aja.

Sarapan dan Menunggu Jemputan

Sambil menunggu jemputan dari agen open trip, gue sarapan terlebih dahulu di hostel gue menginap. Alhamdulillah, dengan harga yang bisa dibilang murah, gue bisa dapat sarapan nan simple namun sudah 4 sehat 5 sempurna. Ketika sedang menyantap sarapan, gue tidak sengaja mendengar pembicaraan 2 orang wanita di depan resepsionis yang bahasanya sudah tidak asing di dengar. “Annizaa”, saut mba-mba resepsionis. Benar dugaan gue, kedua wanita ini merupakan orang Indonesia, terlihat seperti mahasiswi yang sedang menikmati liburan semester. Mereka terlihat membawa koper ukuran yang sangat besar, yang tingginya melebihi pinggang mereka. Oh iya, karena hostel-hostel di Hanoi ini sangat irit tempat, area resepsionis dan tempat makan dijadikan satu.

Seketika gue tersenyum hemat, alangkah senangnya bertemu orang Indonesia di tempat asing. Kebahagiaan yang saat sederhana ketika kalian sedang solo traveling hahaha. Namun, gue ga sempat untuk menyapa dan mengobrol dengan mereka, karena mereka terlihat hectic ketika melakukan check-out, seperti terburu-buru untuk mengejar pesawat pagi. So, gue lanjut makan lagi.

Sama halnya dengan Indonesia, di Vietnam pun kayanya udah terbiasa telat. Sudah 20 menit lebih gue menunggu dari waktu yang telah dijanjikan, agen open trip tak kunjung muncul juga. Lima menit kemudian, muncullah mini bus di depan hostel, dan terlihat seorang wanita keluar dari bus. “Yuntiwa”, sautnya. Yap, akhirnya datang juga jemputan open trip. Ketika menaiki mini bus, kursi hampir semua terisi penuh, dimana banyak sekali bule-bule Eropa. Gue akhirnya memilih duduk di bagian depan, biar bisa melihat jalan dan lalu-lalang lebih jelas.

Perjalanan ke Ha Long Bay dari Hanoi

Bus yang gue tjmpangi tidal tidak langsung melakukan perjalanan menuju ke Ha Long Bay, supir memutar balik kemudi dan mengitari Old Quarter terlebih dahulu, untuk menjemput traveler lainnya yang akan ikut rombongan. Setelah 15 menit melakukan penjemputan semua traveler yang ikut open trip, akhirnya mini bus melaju ke Ha Long Bay.

Kurang lebih 1 jam perjalanan, akhirnya minibus yang gue tumpangi telah keluar dari hiruk-pikuk kota Hanoi. yang penuh dengan motor di pagi hari. Berbeda dengan jalanan di pusat kota Hanoi, area luar pusat kota Hanoi lebih tenang yang jauh dari berisiknya klakson motor di pagi hari. Jalanan diluar pusat kota Hanoi ini mengingatkan gue ke jalanan Imogiri, Yogyakarta, dimana banyak berjejer warung dan ruko kecil disepanjang jalan. Tak luput juga ada persawahan yang berdempetan dengan bangunan-bangunan.

Setengah jam perjalanan kemudian, mata gue dipuaskan dengan hamparan sawah dan ladang yang luas, baik di sisi kanan-kiri jalan. Mungkin sudah bisa dibilang memasuki rural area. Rumah-rumah pun berada jauh dari pinggiran jalan, berbeda sekali dengan di Indonesia. Jalanan pun cukup lebar dan lengang. Sering sekali gue melihat Vietnamese cemetery atau pemakaman orang Vietnam yang berada di tengah-tengah sawah selama perjalanan. Unik sekali.

Setelah baca-baca artikel di Mbah Google, kultur orang Vietnam, khususnya Vietnam bagian Utara, anggota keluarga yang meninggal harus dimakamkan di ladang di mana keluarga menanam tanaman.

Selama perjalanan, gue sempat mengobrol dengan penumpang lain, yang kebetulan perempuan lokal Vietnam, yang lumayan fasih dengan bahasa Inggris. Dia lagi barengan dengan teman prianya berasal dari Jepang, mungkin ikut memandu temannya berlibur di Vietnam. Ya mungkin bisa di bilang mereka ini lagi “pedekate” lah ya.

Banyak hal yang kita obrolkan, dari gue yang tanya-tanya mengenai tempat wisata di Vietnam, sampai “gibah” ngomongin supir mini bus yang kita tumpangi. Kita sama-sama agak risih dengan supirnya yang agak rude dan menyetirnya seenak jidat. Si cewek Vietnam ini pun kena semprot sama supir ketus ini, dibilang bahasa Inggrisnya jelek.

Berhenti di Rest Area

Setengah perjalanan menuju Ha Long Bay telah berlalu. Supir minibus mengajak rombongan open trip menuju ke rest area terlebih dahulu. Memasuki rest area, banyak sekali pahatan patung terbuat dari batu marmer (marble stone) berjejer di samping rest area. Vietnam merupakan salah satu penghasil terbesar untuk marble stone, apalagi kawasan Vietnam utara yang banyak sekali pegunungan batu kapur. Yap! Batu marmer terbentuk oleh proses metamorfosis batu kapur.

Supir minibus menurunkan rombongan open trip di sebelah kiri rest area, dan akan menunggu di sebelah kanan rest area. Dia memang sengaja mengarahkan kita untuk melihat-lihat sekitaran rest area. Biasanya ada dua jenis bagian di rest area, yaitu bagian merchandise dan tempat jualan makanan. Gue tidak terlalu tertarik dengan area merchandise, karena harga yang dijual pasti selalu di markup dibanding harga pasaran. Gue lanjut menuju tempat jualan makanan, karena perut sudah mulai mengeluh. Sarapan aja ga cukup.

Di area food court, tidak terlalu banyak variasi makanan yang dijual, pho dan bahn mi biasanya yang sering banyak dijual. Alhasil, gue akhirnya memesan sejenis spring roll yang berisi udang, karena masih belum pernah makan ini selama dua hari di Vietnam. Spring roll biasanya ditandemkan dengan sejenis saus khusus yang memiliki rasa asam pedas. Tanpa saus khusus ini, spring roll  biasanya memiliki rasa agak hambar. Apalagi kalau lidah Indonesia, yang sering terkontaminasi dengan MSG, ga bisa makan kalau ga ada rasa hahaha.

Harga makanan di rest area biasanya agak lebih mahal. Gue saranin sih kalian mending bawa cemilan sepanjang perjalanan ke Ha Long Bay, karena minibus ga bakal berhenti kecuali di rest area. Setelah beristirahat sekitar 20 menitan, kita pun melanjutkan perjalanan lagi.

Baca Juga: Panduan Lengkap Traveling ke Vietnam

Memasuki Kawasan Ha Long Bay

Hampir 2 jam perjalanan setelah dari rest area, gue pun akhirnya memasuki daerah Ha Long. Banyak sekali truk yang berlalu-lalang di kawasan ini dan beberapa pertambangan. Banyak debu bertebangan di jalanan Ha Long. Usahakan kalian masker ya! Beberapa selang kemudian, dari kejauhan terlihat pemandangan bukit-bukit batu kapur yang berderet. Detak jantung mulai kencang, karena gue ga sabar untuk melihat salah satu UNESCO world heritage ini.

Akhirnya minibus pun mulai memasuki kawasan Ha Long Bay. Gue melihat banyak sekali hotel dan resort yang sedang dibangun. Sepertinya pemerintah Vietnam sangat ambisius untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisatanya.

Memasuki lebih ke dalamnya lagi, gue makin tercengang. Pemandangannya semacam bukan Vietnam yang seperti gue lihat di Hanoi. Dari yang sebelumnya gue sering lihat rural area dan rusty building, di Ha Long Bay ini banyak sekali resort yang mengusung gaya arsitektur Eropa modern. Terlihat kapal pesiar yang berjejer di pelabuhan dari yang ukuran kecil sampai yang besar, dari kapal pesiar yang mengusung gaya kedinastian China hingga kapal pesiar modern.

Sebelum menaiki kapal menuju ke jejeran bukit batu kapur, kita dikumpulkan terlebih dahulu di dekat pelabuhan. Dan ternyata, kita di pisah menjadi 2 grup; grup 1-day trip dan grup yang non 1-day trip. Grup yang non 1-day trip diarahkan ke kapal pesiar yang besar yang dimana mereka bisa bermalam disana. Sedangkan grup gue, yang 1-day trip only diarahkan ke kapal pesiar yang lebih kecil.

Total ada 11 orang yang masuk ke grup 1-day trip only, yaitu Japanese-Vietnamese couple yang ngobrol sama gue di minibus, 3 orang hippies dari Israel, dan 3 orang mahasiswa dari UK. Jadi cuma gue yang solo traveler di grup ini hahaha.

Menaiki Kapal Pesiar ke Deretan Batu Kapur Ha Long Bay

Sebelum menaiki kapal pesiar kecil, kita di bagikan semacam tiket paket wisata, yang sudah include tiket kapal dan beberapa tiket ke attraction di Ha Long Bay. Bentukan kapal pesiar kecil ini sebenernya tidak jauh beda dengan kapal yang pernah gue tumpangi sewaktu ke Pulau Payung dari Dermaga Kali Adem. Namun ini lebih maintained well, bersih, dan nyaman.

Hanya 10 menit perjalanan, kalian langsung bisa menikmati keindahan alam dari Ha Long Bay. Batu-batu kapur yang menjulang tinggi dan rimbun oleh pepohonan, berjejer dari kanan ke kiri. Beraneka ragam kapal pesiar berlalu lalang di gugusan batu kapur ini.

9 hari traveling ke vietnam ha long bay

Gue pun langsung pergi menuju ke atas deck kapal, agar bisa melihat keindahan Ha Long Bay lebih jelas. Ada kali sekitar satu jam, gue diem di atas deck kapal. Potret sana sini, dari bebatuan hingga kapal pesiar yang lalu lalang. Gue sangat menikmati ambience Ha Long Bay.  Baunya alam lumayan untuk merileks-kan pikiran. Arus laut yang begitu tenang, dan merasakan hantaman angin ke seluruh badan. Laju kehidupan serasa begitu lambat, ga seperti hiruk-pikuk kehidupan (kerjaan) di Jakarta. Coba kalian nonton video dari postingan kedua dari Instagram dibawah ini, untuk bisa menikmati ambiencenya juga.

Pada waktu itu, cuaca sedang berawan. Jadi air laut berwarna hijau tosca tidak begitu kelihatan. Sangat disayangkan sekali sih, gue ga bisa melihat keindahan sepenuhnya dari Ha Long Bay.

Makan Siang di Kapal Pesiar

Setelah kapal berlayar sekitar satu jam setengah, kita diajak untuk makan siang dulu di kapal, sebelum melakukan aktivitas lainnya. Makan siang di kapal biasanya dibagi per grup. Mungkin biar lebih enak mungkin membedakan pembagian makanannya. So far, rasa makanannya masih bisa dimakan oleh lidah orang Indonesia. Menu yang dihidangkan mulai dari nasi, sup ikan, tahu, semacam sayuran kol, dan kroket. Dari makanan yang disediakan, favorit gue yaitu semacam kroket yang isinya udang cincang.

Selagi nunggu kita makan, para awak kapal malah sedang asik main kartu di depan penumpang. Dan mereka terang-terangan mainnya pakai uang hahaha. Gokil! Gue berasa lagi berada di film-film action Hongkong atau Jackie Chan, yang latarnya sedang ada di kasino.

Mengunjungi Area Kayak Activities

Setelah makan, kita diajak untuk ke sebuah floating area untuk bermain kayak. Kalian bisa merasakan pengalaman menggunakan kayak sambil menyusuri goa disini. Open trip yang gue ikuti, sudah include tiket bermain kayak. Namun gue memilih untuk tidak ikut, karena cuaca sedang mendung. Gue lupa membawa pelindung waterproof untuk kamera dan takut rusak jika kebasahan. So gue hanya potret-potret saja di floating area. Dan bener aja, 10 menit berselang, hujan gerimis mulai turun. Gue pun berteduh di dekat loket tiket.

Jika kalian yang ingin mencoba mendayung kayak, gue saranin bawa waterproof untuk handphone atau kamera, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga.

Sehabis dari tempat kayak, kita disuruh menaiki kapal lagi untuk menuju destinasi selanjutnya. Sang tour guide menjelaskan bahwa kita akan menuju ke salah satu goa di Ha Long Bay, yaitu Thien Cung Cave

Selama perjalanan menuju ke Goa Thien Cung, gue sempat diajak ngobrol sama salah satu mahasiswa UK yang satu open trip sama gue. Dia berasal dari India. Kita saling bercerita pengalaman masing-masing ketika traveling. Dia bercerita bahwa dia sudah keliling hampir ke semua negara di Asia Tenggara, dari negara-negara Indo-China, Philippines, hingga Malaysia. Dia pun bercerita ingin mengunjungi Indonesia, khususnya Bali dan Lombok. Namun dia masih belum di kasih kesempatan yang bagus untuk coba mengunjungi Indonesia.

Dia pun sempat bertanya, kenapa gue traveling ke Vietnam, khususnya Ha Long Bay. Dia bilang Indonesia malah mempunyai pantai dan alam yang sangat bagus. Gue sangat tersentuh ketika mendengar pujian dia terhadap Indonesia. Gue pun memberi alesan bahwa gue kalau traveling itu tidak hanya mengunjungi main attraction suatu negara dan melihat keindahan tempat wisatanya, lalu photo-photo, post di Instagram, dan langsung pulang. Gue sangat kepo juga tentang bagaimana culture, kehidupan sosial, dan mengamati keseharian orang di tempat asing. Karena dengan melihat dan memahami bagaimana orang-orang asing ‘menikmati’ aktivitas maupun rutinitas keseharian mereka, kamu akan semakin memahami hidup dan semakin bersyukur apa yang telah kamu punya. Keren ga quote-nya? Hahaha.

Mengeskplorasi Goa Thien Cung di Ha Long Bay

Ternyata goa Thien Cung tidak terlalu jauh dari tempat kayak, cuma memakan waktu sekitar 15 menit saja. Sesampainya disana, kita diarahkan ke dermaga kedatangan. Tour guide menjelaskan bahwa kita akan dijemput di dermaga satunya lagi. So, hal ini memaksa gue untuk mengeksplor salah satu goa di Halong Bay ini. Jika kalian tidak mau mengeksplor, kalian bisa memilih untuk stay di kapal. Kalian harus mempersiapkan fisik jika ingin mengeksplor goa di Halong Bay, karena banyak sekali kalian turun-naik tangga. Namun biasanya kalau lagi traveling, rasa cape kadang jarang terasa.

Asumsi pertama gue mengenai mengeksplorasi goa itu bakal becek-becekan, pijakan tangganya licin, angker, dan gelap. Namun asumsi gue salah. Goa Thien Cung ini sangat terawat oleh pengelolanya. Jalanannya sudah pakai semen berbatu, jadi pijakannya tidak licin. Selain itu, banyak sekali di beberapa spot dinding goa menggunakan lampu sorot berwarna-warni,  sehingga kesan angkernya tidak ada. Di dalam goa ini gue mencoba ‘mengganggu’ pasangan Japanese dan Vietnamese, dan mengajak mereka mengobrol. Dan tidak lupa, gue membantu mereka untuk mengambil beberapa photo mereka berdua memakai handphone mereka. 

Setelah itu, gue pun terpisah dari mereka. Gue agak jauh di belakang rombongan gue, karena keasikan jepret sana-sini. Ketika sedang memotret, tiba-tiba ada yang menepuk bagian belakang badan gue. Eh ternyata ada seorang anak kecil asli Vietnam dari rombongan lain yang menepuk gue. Dengan bahasa tubuhnya, dia meminta untuk memphotokan dia di salah satu spot photo Goa Thein Cung. Orangtua dari anak kecil ini hanya tertawa kecil. Gue pun ikut tertawa, akibat tingkah lugunya. Dengan gaya ‘peace‘ nya, dia pun bergaya layaknya model baju anak. Namun lucunya ketika sudah gue photo, dia malah lari ke rombongan yang ada di depan gue, tanpa menoleh ke belakang haha. 

Setelah eksplorasi goa selama kurang lebih satu jam, akhirnya gue bisa melihat cahaya matahari lagi. Keluar dari goa, langsung di kasih pemandangan dari atas bebatuan kapur. Pemandangannya not so bad lah, cuaca mendung berawan masih menyelimuti kawasan Ha Long Bay.

Setelah itu, rombongan one-day trip pun pada turun gunung, untuk balik ke kapal. Gue berada dirombongan paling belakang, barengan sama bulegrandma yang sama-sama asik potret sana-sini.

Sesampai dermaga, tour guide pun meminta kita untuk langsung menaiki kapal secepatnya, agar bisa mengejar waktu. Namun terlihat bule grandpa yang sedang panik, karena dia tidak melihat istrinya di kapal. Dia minta awak kapal untuk tidak meninggalkan dermaga dulu.

Gue mendekat ke bule grandpa untuk menjelaskan ciri-ciri istrinya. Ternyata istrinya itu bule grandma yang berjaket putih, satu rombongan sama gue di belakang. Gue menjelaskna bahwa bule grandma ini berada di belakang gue tadi, namun terpisah karena dia masih asik mengeksplor goa dan potret sana-sini.

Sepuluh menit berselang, ga terlihat sama sekali bule grandma ini menunjukkan wajahnya di dermaga. Seketika si bule grandpa ini mengambil tasnya di kapal dan bilang pada awak kapal “I don’t want to leave her, she’s my everything.” Anjayy sweet banget bule granpda ini. Dia bilang lagi, dia akan ikut kapal selanjutnya jika kapal ini buru-buru mau berangkat. Gue pun berdiam diri di dermaga untuk membantu mengulur waktu keberangkatan kapal pesiar ini.

Ketika bule grandpa mau menyusul balik istrinya ke goa, istrinya mulai kelihatan dari jauh. Dia pun langsung lari menuju istrinya dan sempat memarahi dia karena istrinya sendirian dan terlepas dari rombongannya. Ada-ada aja kejadian lucu sewaktu traveling. Apakah kalian pernah juga mengalami hal lucu sewaktu jalan-jalan?

Akhirnya kapal pun berangkat, dan kita bakal balik lagi ke dermaga pusat, untuk balik lagi ke Hanoi. One-day trip ini sungguh sangat padat dan cepat jadwalnya, in total sekitar 5 jam saja gue berada di kawasan Ha Long Bay. Mungkin bagi kalian, bisa mencoba juga ikutan trip yang 3D2N, dimana kalian bisa merasakan sensasi tidur di kapal pesiar khas Vietnam.

Perjalanan Pulang ke Hanoi

Sampai di dermaga, kita bersebelas, rombongan one-day trip dari Hanoi langsung diarahkan menuju mini bus. Untungnya sekarang supirnya beda, ga rude dan orangnya lumayan welcoming. Selama perjalanan kita mampir lagi ke rest area. Walaupun rest area nya berbeda, namun tetap sama mereka menjual batu marmer (marble stone) yang terlihat berjejer di samping rest area.

Perjalanan pulang terbilang sangat cepat, ada kali sekitar 4 jam kurang. Mini bus ini mengantarkan para penumpangnya ke hotel masing-masing. Namun gue request untuk turun di dekat danau Hoan Kiem, agar bisa langsung mengunjungi night market lagi yang tidak jauh dari danau.

Disini gue langsung berburu kuliner dan jajanan khas Vietnam, soalnya perut sudah berontak selama perjalanan. Tidak lupa gue pun membeli beberapa souvenir titipan dari teman-teman dari Indonesia.

Habis puas makan dan belanja di Hanoi weekend market, gue pun balik hostel lagi untuk beristirahat dan siap-siap packing menuju ke kota selanjutnya, besok siang. Danang merupakan kota yang akan gue kunjungi selanjutnya yang berada di central coast of Vietnam.

Baca keseruan cerita gue lainnya saat traveling ke Vietnam di bawah ini:

  1. 9 Hari Traveling ke Vietnam: Dari Utara ke Selatan – Hanoi [1]
  2. 9 Hari Traveling ke Vietnam: Dari Utara ke Selatan – Ha Long Bay [2]
  3. 9 Hari Traveling ke Vietnam: Dari Utara ke Selatan – Da Nang [3]
  4. 9 Hari Traveling ke Vietnam: Dari Utara ke Selatan – Hoi An [4]
  5. 9 Hari Traveling ke Vietnam: Dari Utara ke Selatan – Ho Chi Minh City [5]

Kalian bisa baca juga artikel seru lainnya mengenai Hanoi Vietnam disini: Hanoi Stories

Atau baca juga panduan yang gue buat ketika traveling ke Vietnam disini: Panduan Lengkap Traveling ke Vietnam

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *