Hopping Islands ke Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir [Travel Journal]

trip murah di Kepulauan Seribu
Bagikan artikel:

Kepulauan Seribu merupakan salah satu wisata alternatif di akhir pekan bagi orang Jakarta yang sudah bosen lihat gedung-gedung tinggi. Salah satu teman gue sewaktu SMA, Nizza, yang kebetulan lanjut kuliah di Bogor coba mengajak gue untuk trip murah di Kepulauan Seribu.

Awalnya Nizza mencoba share promo open trip di grup para pejuang liburan, yang anggotanya tidak lain ialah teman-teman SMA gue yang sama-sama mengais rezeki di Jakarta dan sekitarnya. Di penghujung tahun emang suka banyak promo-promo dari agen-agen wisata.

Promo yang temen gue dapet yaitu one day trip atau hoppping islands ke Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir dengan paket harga 85.000 IDR saja per orang, itu udah include lunch. Murah toh! Tanpa pikir panjang, gue pun meng-iyakan ajakan Nizza. Bisa dibilang trip kali ini merupakan wisata arkeologi, mengunjungi reruntuhan bangunan peninggalan penjajahan. Total ada 6 orang yang ikutan trip ini.

trip murah di Kepulauan Seribu
Dermaga Muara Kamal

Meeting point kita berada di Dermaga Muara Kamal, bukan di Muara Angke, karena lokasi dermaga lebih dekat dengan pulau tujuan. Perahu yang digunakan pun hanya menggunakan perahu kecil milik nelayan. Walaupun agak ngeri, tapi menaiki perahu nelayan ini aman-aman aja, asal sedang tidak ada angin ataupun gelombang yang besar hahaha. Dalam perjalanan menuju pulau tujuan, kita melewati tambak atau budidaya kerang hijau. Tambak kerang hijau ini sangat besar, kita butuh waktu sekitar 10 menit untuk melewatinya.

trip murah di Kepulauan Seribu - Pulau Kelor
Pulau Kelor

Lokasi pertama yang kita tuju ialah Pulau Kelor, butuh waktu 30 menit saja untuk sampe pulau ini. Dibandingkan dulu, Pulau Kelor sekarang lebih terawat dan rapi setelah dikelola oleh pemerintah DKI Jakarta untuk meningkatkan minat para wisatawan. Benteng Martello merupakan salah satu spot yang instagramable di pulau ini, dengan ciri khas batu bata merahnya. Benteng Martello ini dibangun pada zaman VOC Belanda sebagai benteng pertahanan. Pulau Kelor dan sekitarnya ini sempat ditinggali oleh etnis Tiongkok, Pemerintah Belanda sengaja mengirim beberapa orang etnis Tiongkok untuk tinggal dan merawat pulau-pulau disekitaran sini, sehingga ada beberapa bangunan seperti gazebo memiliki gaya khas Mandarin.

Setelah berlabuh sekitar 45 menit di Pulau kelor, kita melanjutkan perjalanan ke Pulau Onrust. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya menghabiskan sekitar 5 menit waktu perjalanan. Pulau Onrust dalam bahasa Belanda memiliki arti pulau tanpa istirahat. Pulau ini berfungsi sebagai galangan kapal, yang tujuan utamanya untuk memperbaiki kapal yang telah terlibat perang. Disini kita dipandu oleh guide tour yang menjelaskan mengenai sejarah Pulau Onsrust dan pulau-pulau di sekitarnya. Di Pulau Onrust ini terdapat museum yang menyimpan barang-barang peninggalan sejarah. Dulu, VOC mengembangkan pulau-pulau kecil ini untuk menggalakan kekuatan mereka, dengan membangun dermaga, barak, benteng, gudang mesiu, dan kincir angin untuk penggergajian kayu. Selain itu, tedapat fasilitas publik seperti rumah sakit, tempat dokter, dan kantor, untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

Selain itu, di Pulau Onrust makam-makam dari pejabat VOC dan keluarganya. Salah satu makam yang terkenal adalah Maria van de Velde, istri dari perwira VOC. Kini bangunan-bangunan yang ada di Pulau Onrust hanya tinggal reruntuhan. Menurut tour guide, sebagian besar bangunan-bangunan yang sudah rusak di Pulau Onrust dan pulau-pulau sekitar, diakibatkan oleh serangan dari Inggris dan letusan Gunung Krakatau.

Di pulau ini, para peserta open trip beristirahat dulu untuk makan siang dan beribadah. Tidak lupa kita beli es kelapa muda untuk menyegarkan badan, karena cuaca pada saat itu cukup terik. Disini terdapat kincir angin kecil, bentukannya hampir sama dengan kincir angin asli Belanda. Sama seperti Pulau Kelor, disini terdapat gazebo yang memiliki gaya khas Mandarin.

 

View this post on Instagram

Pulau Onrust, dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Pulau tanpa istirahat. . . Onrust awalnya menjadi tempat karantina bagi orang-orang Indonesia yang pulang dari menunaikan ibadah haji. Kala itu pemerintahan Hindia-Belanda khawatir jika jemaah haji tanah air membawa virus TBC, namun di balik itu sebenarnya Belanda takut jika jemaah haji yang datang justru membawa pengaruh buruk terhadap pemerintahan Hindia-Belanda. . . Pada tahun 1933, pulau Onrust mulai beralih fungsi. Di era yang genting pemerintah Belanda menjadikan pulau ini sebagai tempat penahanan bagi para pemberontak dan juga orang-orang yang berpengaruh. Bahkan pada masa penjajahan Belanda hingga Jepang yang meski tergolong singkat pulau ini tidak hanya dijadikan sebagai pusat penahanan tapi juga sebagai tempat eksekusi bagi mereka yang dianggap membelot dari Jepang. . . Simak cerita lengkapnya disini : http://bit.ly/HoppingIslands . . #yuntiwajournal

A post shared by Yuntiwa (@yuntiwa) on

Setelah beristirahat cukup, kita melanjutakn perjalanan menuju Pulau Cipir. Jaraknya sangat dekat dengan Pulau Onrust, hanya menempuh waktu sekitar 2 menit. Di Pulau Cipir ini terdapat reruntuhan rumah sakit. Pulau Cipir ini sempat difungsikan sebagai tempat karantina jemaah haji yang telah menunaikan kewajibannya. Pemerintah Hindia-Belanda tidak mau para jemaah membawa virus dari luar, dibangunlah rumah sakit ini sebagai tempat pemeriksaan dan pengecekan.

Baca Juga : [Journal] Pulau Payung – Kepulauan Seribu

Dulu di Pulau Cipir terdapat sebuah jembatan yang menghubungkan Pulau Cipir dan Pulau Onrust, namun sekarang jembatan ini sudah rusak. Oleh pemerintah DKI Jakarta, jembatan yang sudah jadi puing-puing ini telah diperbaiki dan sekarang menjadi sebuah dermaga yang cantik. Diantara pulau-pulau disekitar area ini, hanya Pulau Cipir yang mempunyai sebuah mercusuar, walaupun sekarang mercusuarnya sudah berkarat dan harus extra hati-hati jika ingin menaikinya.

Setelah mengunjungi ke tiga pulau berbeda, Pulau Kelor merupakan the best spot untuk hunting photo, walaupun hanya Benteng Martello yang menjadi ikon tunggal di pulau tersebut. Setelah itu ada Pulau Cipir dengan dermaga baru dan mercusuarnya. Sedangkan di Pulau Onrust tidak banyak spot yang bisa berwefie ria, hanya ada kincir angin mini saja.

Setelah puas berphoto-photo seharian di ketiga pulau tersebut, akhirnya kita balik lagi ke Dermaga Muara Kamal, and back to the reality again!

See you on next travel journal!


Lokasi
Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *